Berikut adalah isi lengkap ceritanya yang bisa langsung Anda salin:Zaman Dahulu kala, disuatu wilayah Kalimantan Timur terdapat Sungai yang sangat terkenal di Kalimatan Timur, yaitu Sungai Mahakam. Sungai Mahakam bukanlah hanya suatu aliran biasa, tetapi di balik permukaannya yang begitu tenang tersembunyi sebuah Kerajaan gaib yang di pimpin oleh seorang ratu yang sangat cantik jelita yaitu Putri Aji Bidara Putih. Adanya Kerajaan gaib berada di bawah Sungai Mahakam adalah hasil dari suatu tragedi sehingga Putri Bidara putih harus mengucapkan sumpah serapah yang mengakibatkan Kerajaan serta masyarakatnya menjadi gaib, bahkan berada pada titik terdalam Sungai Mahakam dan jauh dari jangkaun penglihatan mata manusia. Bahkan bukan hanya itu saja tetapi terdapat tiga sosok penjaga Sungai serta Kerajaan yaitu, dua ekor naga, naga laki-laki Bernama Adji Bhatara Agung Dewa Sakti dan naga Perempuan Bernama putri karang melenu bukan hanya itu saja ada satu kendaraan yang pernah ditunggangi para dewata yang juga menjadi penjaga Sungai dan kerajaan yang lebih dikenal dengan Lembuswana. Ketiga penjaga tersebut memiliki tugas serta tanggung jawab masing-masing untuk menjaga Sungai dan Kerajaan. Suatu hari ada seorang pemuda dari desa Bernama Arga. Arga adalah pemuda yang sangat nakal bahkan dia juga sering menjelek-jelekkan sukunya sendiri, karena Arga merasa saat itu ia tidak mempercayai adanya para dewata. Hal itu terjadi karena kehidupannya yang miskin dan tidak merasakan ada sedikitpun perubahan di kehidupannya sehingga tak jarang ia sering menyalahkan para dewata atas takdir yang ada pada dirinya sehingga membuat dirinya membenci para dewata. Suatu Ketika di pagi hari, Arga pergi ke Sungai untuk memancing dengan harapan mendapatkan banyak ikan untuk di jual dan untuk makan malamnya, "kalo aku pergi memancing di pagi hari seperti ini pasti aku akan mendapatkan banyak dan bisa kujual, sebaiknya aku harus cepat bergegas ke Sungai agar tidak ke duluan orang lain. ". sesampainya di pinggir Sungai Arga segera memasang umpan cacing yang sangat besar ke kail pancingannya dan saat itu juga Arga langsung melemparkan pancingannya tersebut kesungai, "aku sangat tidak sabar mendapatkan ikan yang besar dan banyak apalagi umpan yang aku pakai cacing yang sangat gemuk hahahahhh..." Ucap Arga yang penuh dengan harapan. Setelah sekian cukup lama menunggu tidak ada satupun ikan yang memakan umpan di kail pancingannya, "aduhhh ini udah siang buta gini kenapa umpanku tidak ada satupun ikan yang nyangkut dikailku padahal aku sudah memakai cacing yang gemuk kalo begini aku gak bisa mendapatkan uang, ini pasti ulah dari para dewata bisa-bisanya orang di desa sangat percaya dan memohon kepada para dewata dan yang lebih malangnya lagi kenapa aku harus hidup di suku ini sih suku yang terlalu percaya dengan adanya para dewata." Ucap Arga yang kesal dan marah. Akan tetapi di bawah Sungai ternyata Naga Adji Bhatara Agung Dewa Sakti mendengar apa yang diucap Arga, "dasar manusia tidak tau bersyukur bukannnya mencari cara lain ini malah menjelek-jelekkan para dewata dan sukunya sendiri,awas saja kau, kau akan merasakan akibat dari ucapanmu itu sekarang aku harus segera bergegas menemui sang ratu untuk mengandukan hal ini." Ucap naga yang marah dengan kejadian yang ia lihat tadi. Setelah itu naga Adji Bhatara Agung Dewa Sakti langsung bergegas pergi ke Kerajaan untuk menemui sang ratu untuk mengadukan hal yang ia liat tadi, setelah sampai di kerajaan naga langsung menghadap sang kepada sang baginda ratu. Naga: "Mohon maaf baginda ratu karena sudah menggangu waktu baginda ratu".
Ratu: "Tidak apa-apa Adji Bhatara Agung,tapi kenapa engkau tiba-tiba datang kepada diriku? apakah semuanya baik-baik saja? ".
Naga:" Tidak ratu ketika hamba sedang menelusuri sungai hamba mendengar ucapan seorang pemuda yang menjelek-jelekkan sukunya sendiri bahkan lebih parahnya lagi dia berani menghina para dewata ratu.".
Ratu: "Benarkah seperti itu? lalu apa yang hamba inginkan?".
Naga: Iya, baginda ratu hamba menginginkan keadilan dari baginda ratu atas ucapan yang di ucapkan pemuda itu ratu.".
Ratu: "Keadilan seperti apa yang kau inginkan?".
Naga: "Hamba ingin agar baginda ratu menghukum pemuda itu ratu, hukuman yang setimpal atas ucapan yang pemuda itu ucapkan baginda ratu?".
Ratu: "Hmmm...wahai putri karang melenu apakah kau ada Solusi untuk masalah ini?atau wahai lembuswana mungkin kau ada suatu rencana untuk menghukum pemuda itu?".
Putri: "Wahai baginda ratu bagaimana kalo kita menjebak pemuda itu.".
Ratu: "Bagaimana caranya?.".
Lembuswana: " Bagaimana kalo kita taro kerrang emas di sekitar pinggiran Sungai setauku pemuda itu hampir setiap hari memancing di pinggiran Sungai.".
Putri: "wahhh...boleh juga rencanamu tapi setelah itu apa yang harus kita lakukan?".
Lembuswana: "Setelah itu kita liat setelah pemuda itu mengambil kerrang emas tersebut jika dia menjualnya terus dia masih bersikap seperti itu maka diriku sendirilah yang akan menjemputnya dan menghadapkan dirinya kepada sang baginda ratu, bagaimana? lagian tidak ada salahnya kita memberi kesempatan kepada pemuda itu siapa tau dia bersifat seperti itu karena kesal tidak mendapatkan ikan?".
Ratu: "Bagus juga rencanamu Lembuswana, baiklah kita akan menaroh kerang emas di pinggiran Sungai dan sekarang tugasmu naga kamu ke atas permukaan sungai dan taro beberapa kerang emas di pinggir Sungai".
Naga: "Baiklah baginda ratu hamba akan menebarkan beberapa kerrang emas di pinggir sungai baginda ratu.".
Setelah itu naga Adji Bhatara Agung Dewa sakti langsung bergegas ke permukaan Sungai untuk menebarkan beberapa kerang emas di pinggir sungai.
"Baiklah kemarin aku melihat pemuda itu di sini sebaiknya aku taro disini saja kerang emasnya" ucap naga sambil menaroh kerang emas di tempat yang biasanya arga memancing ikan. Keesokan paginya seperti biasa Arga memulai aktivitasnya sambil menyiapkan alat untuk memancingnya, "semoga hari ini aku mendapatkan banyak ikan kalo sampai tidak dapat lagi ini tidak bukan pasti ulah para dewata itu." Ucap Arga yang masih kesal karena kejadian kemarin. Kemudian Arga langsung bergegas pergi ke Sungai untuk memancing ikan, sesampainya di sungai Arga langsung melemparkan Joran ke Sungai, "Arghhh...kalo gini mahh enaknya minum teh sambil behonjor di pohon ketapi." Ucap Arga sambil meregangkan badannya, tidak lama kemudian Arga melihat benda yang silau karena terkena sinar matahari di bawah tumbukan dedaunan, "benda apa yang berkilau itu?" Ucap Arga yang heran dengan kilauan itu. Kemudian Arga langsung membongkar tumpukan sampah itu, "astaga kerang emas milik siapa ini betapa kilaunya kerang emas ini,kalo aku jual emas ini pasti aku akan kaya raya dan aku bisa menginjak harga diri orang-orang di desa dan kepala suku yang sering menyebarkan hal-hal yang tidak berguna untuk para dewata yang gak berguna itu." Ucap Arga yang bahagia karena ingin menginjak harga diri orang-orang yang ada di desa. Tidak menunggu lama Arga langsung bergegas ke rumah saudagar emas bahkan sangking bahagianya Joran ikannya pun sampai ia tinggalkan di pinggir Sungai. Setelah sampai di rumah saudagar emas Arga langsung menawarkan kerang emas tersebut ke saudagar kaya,
Arga: "Selamat siang sanak.".
Saudagar: "Siang arga,ada gerangan apakah engkau siang-siang gini datang kerumahku? kalo engkau ingin meminjam uang maaf aku sudah tidak bisa meminjamkannya lagi.".
Arga: "Tidak bos datang kesini untuk menjual kerang emas kepada dirimu.".
Saudagar: "Apa kata kau tadi? kerang emas? kau tidak usah berbohong Arga mana ada zaman sekarang kerang emas.".
Arga: "Waduhh bos kau sangat tidak percaya sepertinya lihatlah ini kerang emas yang aku bawa." Ucap arga sambil menunjukkan kerang emas yang ia dapatkan tadi di pinggir Sungai.
Saudagar: "Wahhh dewa apakah yang aku liat ini, benar-benar kerang emas ini suatu keajaiaban yang pertama kali aku lihat." Ucap Saudagar yang kaget melihat kerang emas yang di bawa Arga.
Arga: "Bagaimana saudagar emas sekarang engkau percayakan?".
Saudagar: "Iyaa sekarang aku percaya arga, sekarang apa kau ingin menjualnya kepadaku aku dengan senang hati memberikan harga yang sangat tinggi untuk membeli kerang emas situ.".
Arga: "Iyaa tentu saja aku akan menjualnya kepadamu bos karena di desa ini yang mampu membeli kerang emas sebagus ini hanya kau saja.". Setelah itu Arga dan Saudagar emas pun melakukan negosiasi sampai menemukan harga yang pas untuk kerang emas itu, tidak lama kemudian Arga dan Saudagar emas pun menemukan harga yang pas untuk kerang emas tersebut dan sudah melakukan kesepakatan. Setelah menjual kerang emas tersebut Arga merasa sangat-sangat Bahagia, "hahahahhh... akhirnya aku menjadi orang kaya juga sekarang aku bisa membeli sesuka hatiku dan bahkan aku tidak perlu lagi memancing ikan." Ucap Arga yang kesenangan dengan uang-uang yang di berikan saudagar emas. Setelah itu Arga pun langsung bergegas ke pasar untuk mempamerkan kekayaannya tersebut kepada orang-orang desa,"aku harus segera ke pasar untuk mempamerkan uangku ini hahahhh...dan aku harus bisa mengubah pikiran orang- orang desa yang kuno itu agar tidak lagi memuja para dewata dan dengan seperti mereka akan memuja kehebatanku hahahhhh..." Ucap Arga dengan penuh semangat. Sesampainya Arga di pasar ia pun langsung memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang desa, "haii rakyat-rakyat jelata lihatlah kekayaanku ini, sudahlah kalian tidak perlu memuja para dewata lagi mereka itu tidak akan membantu kalian lihatlah aku, aku tidak pernah memuja mereka tapi aku bisa kaya seperti ini dengan waktu sekejab mata hahahhh..." Ucap Arga yang penuh kesombongan, "haii arga kau ndik boleh menghina para dewata, karna ucapanmu itu pasti akan ada balasannya dan kami yang kau sebut dengan rakyat jelata sama sekali tidak tergiur dengan kekayaanmu itu." Ucap salah satu warga desa. "Aku tidak perduli dengan omong kosong kalian jika para dewata memang ada kenapa mereka tidak membantu atau membuat kalian kaya sepertiku hahahhh..."ucap Arga yang masih kokoh dengan sifatnya yang sombong dan angkuh. Tanpa disadari Lembuswana mendengar ucapan yang diucapkan Arga ketika melintas di sekitar pasar mendengar hal itu Lembuswana merasa sangat marah dan jengkel mengdengarkan ucapan Arga, "Dasar manusia tidak tau arti bersyukur sudah diberi kesempatan malah menjadi-jadi sifatnya lihat saja kau nanti malam aku sendiri yang akan menjemput dirimu dan menghadapkanmu kepada ratu tunggu saja kau."ucap Lembuswana dengan nada kesal marah. Ketika dimalam hari di saat Arga tertidur dengan nyenyaknya, Lembuswana mendatangi rumahnya untuk menjemput dirinya, "wahhh...bisa-bisanya kamu tertidur sangat nyenyak tanpa rasa bersalah.". Saat itu juga Lembuswana langsung membangunkan Arga yang tertidur pulas, "haii pemuda sombong bangunlah kau jika kau tidak bangun aku akan melempar dirimu."ucap Lembuswana yang masih kesal atas kejadian tadi siang, "siapa sihh yang membangunkan diriku malam-malam gini mengganggu waktu tidurku saja."ucap Arga dengan nada kesal. "wahh-wahh dasar pemuda sombong cepat bangun dan ikut aku untuk menghadap ratu dosamu sudahmu terlalu banyak pemuda nakal sekarang kau harus menerima hukumannya."ucap Lembuswana. "Siapa kau dan mengapa dengan badanmu yang buruk itu"ucap Arga dengan nada kaget karena melihat Lembuswana, "dasar pemuda nakal berani-beraninya kau menghina diriku kau akan menerima hukumanmu sekarang aku akan membawamu kehadapan ratu.". Tanpa menunggu lama Lembuswana langsung membawa Arga ke Kerajaan gaib untuk menerima hukuman atas perbuatannya, "ndiiikkk...Etam ndik mahu ikut kau pergi kau..."ucap Arga yang ketakutan. Tidak lama kemudian Lembuswana dan Arga sampai di Kerajaan gaib, Arga yang merasa ketakutan sampai membuat badannya bergetar dan mengeluarkan keringat. Ratu: "ada apa ini Lembuswana? kenapa mukamu tampak marah dan kesal? siapa pemuda yang kau kebawa kesini? apakah dirimu lupa dengan peraturan Kerajaan ini?.
Lembuswana: "Hamba mohon ampun baginda ratu, hamba membawa pemuda yang harus baginda ratu hukum dengan setimpal.".
Ratu: "Tunggu? Maksudmu apa Lembuswana? Mengapa aku harus memberi hukuman kepada pemuda ini? Apa salah pemuda ini?.
Lembuswana: "Jadi begini ibu ratu..."Lembuswana pun menceritakan kejadian- kejadian yang ia lihat dan ia dengar dengan sangat jelas.
Ratu:"APAAA...!!! Berani-beraninya kau menghina para dewata dan bahkan kau juga menghina bentuk fisik Lembuswana, apakah kau tidak tau siapa yang engkau hina wahai pemuda angkuh.
Arga: "Ampun aku minta maaf ratu aku sungguh tidak menyadari perbuatanku itu aku memohon ampun baginda ratu.".
Ratu: "Tidak kau tidak pantas di maafkan, aku menyesal karena sudah memberi kesempatan pada dirimu seharusnya aku langsung saja membunuh dirimu kau adalah manusia yang tidak tau arti bersyukur, asalkan kau tau kerang emas yang kau dapatkan itu adalah hasil dari pemberian para dewata dan dengan mudahnya dirimu malah menghina para dewata kau harus menerima hukumannya WAHAI PEMUDA ANGKUH." Ucap Sang Ratu dengan nada yang sangat marah, Arga pun hanya bisa terdiam dan menangisi nasibnya dengan penuh sesalan, "Seharusnya aku tidak menghina para dewata dan seharusnya juga aku bersyukur atas apa yang aku dapat tapi aku malah mempamerkan harta kekayaanku ke orang-orang desa bahkan aku menghasut mereka untuk tidak mempercayai para dewata" Ucap Arga yang bergumam dalam hatinya yang penuh dengan rasa penyesalan. Tidak berselang lama ratu pun langsung memohon kepada para dewata untuk memberi hukuman yang setimpal untuk Arga, "Wahaii para dewata yang agung aku ratu dari Kerajaan gaib memohon keadilanmu untuk menghukum pemuda yang angkuh, sombong, dan tidak tau rasa bersyukur ini. ". Tidak lama kemudian suara guntur yang menggelegar dan banyaknya kilat-kilat di langit langsung terlihat dan membuat Arga ketakutan, "Wahaii para dewata yang agung aku memohon ampun kepada kalian tolong ampunilah diriku." ucap Arga dengan ketakutan dan rasa penyeselan. tidak lama kemudian petir langsung menyambar tubuh Arga ternyata permohonan yang di ucapkan Sang Ratu dikabulkan oleh para dewata, "aduhhh panas-panas tolonnnggg aku, aku mohon tolonnnggg aku arghhh...panas." ucap arga yang teriak kesakitan dan tidak lama kemudian tubuh Arga langsung berubah menjadi melempuh bahkan disebagian tubuhnya tumbuh sisik berwarna hitam bahkan tubuhnya terasa panas padahal situasi Arga berada dalam Kerajaan gaib yang sangat dingin tidak selang berapa lama tubuh arga juga mengeluarkan bau yang sangat busuk. Arga: "Kenapa ini dengan tubuhku???? Kenapa tubuhku berubah menjadi buruk rupa seperti ini dan mengapa tubuhku juga mengeluarkan bau yang sangat busuk??? arghh...panas sekali tubuhku." Ucap Arga yang mengeluh kesakitan dan panas.
Ratu: "Itu adalah hukumanmu Arga karena sudah berani menghina para dewata agung bahkan kau menghina fisik Lembuswana yang pernah menjadi kendaaran para dewata sekarang tubuhmu akan perlahan-lahan menjadi busuk dan setelah itu kau akan menyatu dengan pepohonan di hutan. Lembuswana sekarang aku perintahkan engkau untuk membawa Arga kedalam hutan yang bahkan tidak bisa di jangkau atau terlihat oleh manusia.".
Lembuswana: "Baik ratu hamba akan menjalankan perintah ratu, ayoo Arga ikut aku ke tempat tinggalmu yang baru."ucap Lembuswana. Arga yang masih merasakan kesakitan dan panas di sekujur badannya tidak bisa berkata-kata lagi ia hanya bisa mengeluhkan rasa sakit di tubuhnya. Kini Arga hanya bisa berdiam diri sendiri di hutan yang sangat terpencil dan bahkan tidak ada satupun manusia yang bisa menjangkau atau bahkan melihatnya.itu semua sebagai hukuman atas apa yang di perbuat dan di Ucapkan arga.