Tari Datun Ngentau adalah tarian adat milik Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur yang selalu dihadirkan dalam upacara Mecaq Undat. Nama tari ini berasal dari bahasa Dayak Kenyah, "datun" berarti menari dan "ngentau" berarti menyanyi, sehingga berarti tarian yang dilakukan dengan nyanyian. Tarian ini dapat dilakukan oleh pria maupun wanita dengan jumlah penari yang tidak ditentukan, di mana penarinya adalah masyarakat yang bergabung dalam lingkaran tari. Hanya ada satu orang yang memimpin tarian dan nyanyian.
Komposisi dan pola lantai dalam tari ini berbasis dengan membentuk lingkaran. Gerakan dalam tari ini berupa ayunan tangan serta hentakan kaki yang dilakukan bergantian kiri dan kanan dan melangkah maju ke depan oleh penari wanita. Penari laki-laki hanya melakukan gerak hentakan kaki secara bergantian kiri dan kanan dengan melangkah maju ke depan. Gerak tari yang hanya terdiri atas hentakan kaki dan gerakan maju menggambarkan kehidupan masyarakat Dayak Kenyah yang selalu bergantung pada tenaga dan kekuatan manusia secara fisik dan semangat yang dimiliki dalam kehidupan, karena kaki adalah sumber kekuatan bagi mereka. Gerak lambaian dan ayunan tangan merupakan wujud syukur dan kegembiraan yang dirasakan, serta bentuk permohonan masyarakat untuk memperoleh keselamatan dan dijauhkan dari pengaruh-pengaruh jahat. Dalam penyajian tari Datun Ngentau terdapat ragam gerak ngelepak, yaitu melambaikan atau mengayunkan tangan ke kiri dan ke kanan secara bergantian diiringi dengan hentakan kaki kanan dan nyanyian. Pada ragam gerak ngelepak ini, diikuti dengan hentakan kaki kanan dengan arah berjalan maju ke depan. Posisi kaki kanan diangkat dan dihentakkan bergantian dan sejajar dengan kaki kiri melangkah maju dengan posisi tangan mengayun ke kiri dan ke kanan. Semua jenis gerak tari Dayak Kenyah umumnya diambil dari unsur alam sekitar. Salah satunya dari gerakan-gerakan burung Enggang, yaitu melalui kepakan sayapnya. Pada masyarakat Dayak Kenyah, burung Enggang dipuja sebagai lambang dan simbol dari kegagahan, kejayaan, dan persatuan.
Fungsi tari Datun Ngentau adalah sebagai media ungkapan syukur atas hasil panen padi yang diperoleh. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap roh nenek moyang, tari ini juga sebagai upaya melestarikan kebudayaan masyarakat Dayak Kenyah.